Sungaipenuh,
Saat ini banyak pasien yang mengeluhkan giginya sering terasa ngilu,
padahal saat dilihat secara kasat mata tidak tampak adanya lubang
dipermukaan atas gigi. Akhirnya mereka datang ke klinik, dengan keluhan
sering ngilu, padahal sudah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata terdapat bagian
gigi yang mengalami Abrasi pada bagian servikal gigi (leher gigi-dekat
dengan gusi).
Kali ini saya ingin berbagi lebih lanjut hal-hal yang berhubungan dengan Abrasi gigi.
Abrasi Gigi
Merupakan
keadaan abnormal di mana ada lapisan gigi yaitu email yang terkikis dan
hilang, atau terkadang hingga lapisan yang lebih dalam dari
email yaitu dentin.
Abrasi gigi disebabkan oleh gesekan yang terjadi langsung antara
gigi dan objek eksternal, atau karena gesekan antara bagian gigi
yang berkontak dengan benda abrasif. Abrasi dapat terjadi dari :
- Cara atau teknik menyikat gigi yang tidak tepat,
- Kebiasan buruk seperti menggigit pensil,
- Mengunyah tembakau,
- Kebiasaan menggunakan tusuk gigi yang berlebihan diantara gigi,
- Penggunaan gigi tiruan lepasan yang menggunakan cengkeram.
Abrasi yang disebabkan oleh penyikatan gigi dengan arah horizontal (maju mundur)
dan dengan penekanan yang berlebihan adalah bentuk yang paling sering
ditemukan.
Abrasi yang terjadi pada gigi biasanya terlihat sebagai cekungan tajam di daerah sepertiga bawah
mahkota gigi, di dekat gusi, dengan takikan berbentuk V pada bagian
gingiva (gusi) yang dilihat dari permukaan depan gigi (facial).
Abrasi yang terjadi akibat
penggunaan tusuk gigi, celah atau takikan ini dapat terjadi di celah
gigi. Gigi yang paling sering terkena adalah gigi premolar (geraham kecil) dan kaninus
(taring), tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi pada gigi incicivus(Seri) dan molar (geraham).
Selain mengganggu penampilan, abrasi gigi dapat menyebabkan gigi menjadi
hipersensitif (saat kehilangan lapisan gigi semakin dalam). Pada sebagian orang, di daerah tersebut akan terasa
ngilu bila terkena minuman dingin atau bila ada hembusan angin.
Perawatan untuk gigi abrasi tergantung pada keparahannya. Tidak semua
keadaan abrasi membutuhkan perawatan. Bila jaringan gigi yang hilang
masih sangat sedikit namun terasa keluhan seperti ngilu atau sensitif,
dokter gigi akan memberikan perawatan fluor yang dapat digunakan sendiri
oleh pasien di rumah, bisa dalam bentuk gel atau obat kumur. Atau bisa
berupa fluor yang dioleskan langsung pada gigi oleh dokter gigi.
Bila jaringan keras gigi sudah banyak yang hilang seperti gambar di
atas, dapat dilakukan penambalan dengan bahan tambal sewarna gigi
seperti resin komposit. Dokter gigi juga memberikan semacam pernis yang
mengandung fluor untuk menutupi bagian tersebut, sehingga rasa ngilu
akan berkurang dan hilang.
Pemilihan pasta gigi yang tepat juga dapat memberi dampak yang
signifikan terhadap berkurangnya rasa ngilu. Dari penelitian diketahui
bahwa pasta gigi yang mengandung potassium sulfat dapat menutup tubuli
dentin sehingga rangsang dari luar dapat dihambat
0 comments: