Abrasi

Gigi Abrasi
Sungaipenuh, Saat ini banyak pasien yang mengeluhkan giginya sering terasa ngilu, padahal saat dilihat secara kasat mata tidak tampak adanya lubang dipermukaan atas gigi. Akhirnya mereka datang ke klinik, dengan keluhan sering ngilu, padahal sudah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata terdapat bagian gigi yang mengalami Abrasi pada bagian servikal gigi (leher gigi-dekat dengan gusi).



Kali ini saya ingin berbagi lebih lanjut hal-hal yang berhubungan dengan Abrasi gigi.

Abrasi Gigi

  • Pengertian
Merupakan keadaan abnormal di mana ada lapisan gigi yaitu email yang terkikis dan hilang, atau terkadang hingga lapisan yang lebih dalam dari email yaitu dentin.

  • Faktor Penyebab
Abrasi gigi disebabkan oleh gesekan yang terjadi langsung antara gigi dan objek eksternal, atau karena gesekan antara bagian gigi yang berkontak dengan benda abrasif. Abrasi dapat terjadi dari :
  1. Cara atau teknik menyikat gigi yang tidak tepat,
  2. Kebiasan buruk seperti menggigit pensil,
  3. Mengunyah tembakau,
  4. Kebiasaan menggunakan tusuk gigi yang berlebihan diantara gigi,
  5. Penggunaan gigi tiruan lepasan yang menggunakan cengkeram.
Abrasi yang disebabkan oleh penyikatan gigi dengan arah horizontal (maju mundur) dan dengan penekanan yang berlebihan adalah bentuk yang paling sering ditemukan.

  • Gambaran Klinis
Abrasi yang terjadi pada gigi biasanya terlihat sebagai cekungan tajam di daerah sepertiga bawah mahkota gigi, di dekat gusi, dengan takikan berbentuk V pada bagian gingiva (gusi) yang dilihat dari permukaan depan gigi (facial).
Abrasi yang terjadi akibat penggunaan tusuk gigi, celah atau takikan ini dapat terjadi di celah gigi. Gigi yang paling sering terkena adalah gigi premolar (geraham kecil) dan kaninus (taring), tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi pada gigi incicivus(Seri) dan molar (geraham).

Selain mengganggu penampilan, abrasi gigi dapat menyebabkan gigi menjadi hipersensitif (saat kehilangan lapisan gigi semakin dalam). Pada sebagian orang, di daerah tersebut akan terasa ngilu bila terkena minuman dingin atau bila ada hembusan angin.

  • Perawatan
Perawatan untuk gigi abrasi tergantung pada keparahannya. Tidak semua keadaan abrasi membutuhkan perawatan. Bila jaringan gigi yang hilang masih sangat sedikit namun terasa keluhan seperti ngilu atau sensitif, dokter gigi akan memberikan perawatan fluor yang dapat digunakan sendiri oleh pasien di rumah, bisa dalam bentuk gel atau obat kumur. Atau bisa berupa fluor yang dioleskan langsung pada gigi oleh dokter gigi.
Bila jaringan keras gigi sudah banyak yang hilang seperti gambar di atas, dapat dilakukan penambalan dengan bahan tambal sewarna gigi seperti resin komposit. Dokter gigi juga memberikan semacam pernis yang mengandung fluor untuk menutupi bagian tersebut, sehingga rasa ngilu akan berkurang dan hilang.
Pemilihan pasta gigi yang tepat juga dapat memberi dampak yang signifikan terhadap berkurangnya rasa ngilu. Dari penelitian diketahui bahwa pasta gigi yang mengandung potassium sulfat dapat menutup tubuli dentin sehingga rangsang dari luar dapat dihambat

Related Post

Next
First
Click here for Comments

0 comments: